Salah Makan
Karya : Delia Putri Marcelia
Agar tubuh kita
tetap sehat. Hendaknya kita juga harus menjaga asupan makan kita.
"Selamat
pagi bu," sapa gadis berkuncir satu. "Pagi, sarapan dulu na,"
ujar ibunya. Nana pun segera menuju ke meja makan untuk sarapan. Terlihat meja
dipenuhi dengan berbagai lauk pauk yang tentunya sangat bergizi. Nana sarapan
dengan lahap setelah itu berangkat kesekolah. "Ibu Nana berangkat
ya," pamit Nana. "Tunggu! Bekalnya udah dibawa?," tanya ibunya.
"Udah bu, Nana berangkat ya," ujarnya sambil mencium tangan ibunya.
Sesampai disekolah Nana meletakkan tasnya lalu melaksanakan piket kelas.
Setelah selesai melakukan piket kelas Nana lalu duduk dibangkunya sembari
membaca buku. "Pagi na," sapa Gita teman sebangku Nana. "Pagi
ta," jawab Nana. "Wahhh rajin banget pagi-pagi sudah pegang
buku," ledek Gita. "Ya terus? Masa aku harus megang makanan
gitu?," sahut Nana. "Yah kan ngomongin tentang makanan aku jadi lapar
temenin kekantin yuk," ajak Gita. "Ayuk," merekapun menuju
kekantin untuk membeli makanan. Hanya Gita yang beli Nana hanya menemani saja.
"Git
kamu gak sarapan?," tanya Nana. "Tidak! Aku tidak pernah
sarapan," ujar Gita. "Kenapa? Nanti kalo kamu sakit gimana?,"
tanya Nana dengan khawatir "aduh Na aku gak bakal meninggal hanya karena
gak sarapan," ujar Gita lalu berlalu menuju abang penjual gorengan.
"Bang gorengannya 2 ribu ya," ujar Gita "baik neng," ucap
abang penjualnya sambil memberikan kantung berisi gorengan. Nana yang melihat
Gita membeli gorengan pun merasa heran "seharusnya dia beli roti buat
sarapan bukan malah gorengan," batin Nana. Gita lalu mengajak Nana
kembali kekelas "ayo Na," ajak Gita. "Git," ujar Nana. Gita
hanya menoleh mendengar panggilan dari Nana dengan mulut masih mengunyah
gorengan. "Kenapa kamu beli gorengan?," tanya Nana. Gita hanya
mengeryitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Nana. "Kenapa? Aku lapar
jadi aku beli gorengan buat menganjal perut Na," jelas Gita.
"Tapi
kenapa kamu gak beli roti aja atau minum susu kemasan?," tanya Nana.
"Na kita udah SMA masa iya mau minum susu atau makan roti," ujar Gita
sambil menahan tawa. "Memangnya kalo udah SMA gak boleh minum susu sama
makan roti ya?," tanya Nana polos. Gita yang mendengar ucapan Nana tak
bisa menahan tawanya. "Kring! Kring! Kring!," bel tanda
pulang telah terdengar anak-anak berhamburan untuk pulang kerumah. "Na aku
duluan ya," ujar Gita. "Iya hati-hati dijalan ya," ujar Nana.
Nana masih menunggu jemputan didepan gerbang sekolah. Mata Nana tak sengaja
mengarah ketempat penjual gorengan depan sekolahnya. Nana masih memperhatikan
abang gorengan yang sedang bersiap untuk jualan. Seperti penjual gorengan
tersebut masih baru karena Nana baru melihatnya hari ini.
Mata Nana
lalu membesar saat melihat sesuatu yang sedang dimasukan penjual tersebut
kewajan tempat menggoreng. Nana ingin menegur penjual tersebut tetapi ayahnya
telah menjemputnya. "Besok sajalah aku kesana," batin Nana. Nana
masih memikirkan penjual gorengan tersebut bagaimana bisa dia berbuat curang
seperti itu. Esok harinya Nana datang kesekolah dengan terburu-buru dia ingin
menemui penjual gorengan tersebut sebelum ada teman-temannya yang membeli
gorengan tersebut. Namun, saat sampai disekolah Nana tidak mendapati penjual
gorengan tersebut. "Kemana penjualnya," mata Nana masih mencari
penjual gorengan tersebut. "Na," sapa Gita "kenapa gak
masuk?," tanya Gita. "Git kamu tahu orang yang jual gorengan disini
gak?," tanya Nana. "Oh orangnya pindah tempat Na, kenapa? Kamu mau
beli gorengan?," tanya Gita. "ada sesuatu," ucapan Nana terpotong
"sayang sekali padahal gorengan ditempat itu enak," ujar Gita.
Seketika
Nana kaget mendengar ucapan Gita "enak? Kamu pernah beli disana?,"
tanya Nana. "Iya setiap pulang les aku selalu mampir buat beli gorengan
disana. Itulah kenapa kamu tidak pernah melihatnya karena gorengan itu tidak
buka pagi hari," jelas Gita. "Gita kamu gak tahu apa yang penjual
itu masukin kegorengannya," batin Nana. Saat dikelas mendadak perut
Gita sakit. Gita lalu dibawa ke UKS namun karena rasa sakitnya semakin parah
Gita lalu dibawa kerumah sakit. Saat ini Nana sedang menjenguk Gita yang sedang
terbaring lemah. "Git," ucap Nana lirih.Gita hanya tersenyum
"aku gak papa Na, hanya saja dokter bilang aku makan sesuatu yang
mengandung lilin," ujar Gita. "Git sebenarnya alasan aku cari penjual
gorengan tersebut adalah karena aku melihat penjual itu masukin lilin kewajan
tempat menggoreng," ujar Nana. "Kamu beneran? Kamu gak boleh asal
nuduh," ujar Gita. "Aku gak asal nuduh lihat ini," ujar Nana
sambil memperlihatkan handphonenya kepada Gita yang berisi rekaman video yang menampilkan
penjual gorengan tersebut memasukkan lilin kedalam wajannya agar gorengan
tersebut tidak lembek. "Mulai saat ini aku akan lebih memperhatikan
makananku Na," ujar Gita. Nana hanya menanggapinya dengan senyuman.
Bionarasi
Delia Putri
Marcelia lahir di Jember, 24 Oktober 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan
di Universitas Jember. Menyukai sesuatu yang berkaitan dengan korea. Bisa
disapa lewat ig:@deliaputrimarcelia dan facebook:deliaputri
wattpad:deliaputri24


0 Komentar