Ibuku

Karya :  Devi Annisa Istikhanah


Tak akan usai menarasikan ibu dalam bait-bait aksara

Karena sejatinya definisi ibu itu perihal rasa bukan kata

Kucoba menarasikannya meskipun Ibuku berbeda

Ibuku tak sama dengan ibu pada umummnya

 

Yang aku makan tak pernah disuapi, yang aku jatuh tak pernah dibantu berdiri

Ibuku adalah pelajaran, jika hidup berdirilah dikaki sendiri

 

Katanya kalau pundakmu lelah duduklah sebentar

Jangan menyandarkan pundakmu pada pundak lain

Karena kau akan lupa betapa sebenarnya  kuat pundakmu

Betapa sebenarnya engkau mampu

 

Katanya hidup itu harus memiliki tujuan, tujuanmu ada diseberang pulau

Angin hanya berhembus, perahu hanya mengapung

Tapi kendali  layar perahu kamu yang mengatur

 

Ibuku adalah refleksi perjuangan

Selepas sekolah tak ada pergi bermain, apalagi tidur siang

Ladang harus gembur, ladang harus subur

Asap dapur harus membumbung, sekolah tetap tersambung

 

Perjuangan itu seperti obat

Pahit tapi memberi kebaikan

Jember, 23 Desember 2020

16 : 55

Biodata Penulis 

Nama : Devi Annisa Istikhanah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 

Angkatan 2017